Rabu, 30 Juli 2025
Selasa, 22 Juli 2025
Senin, 21 Juli 2025
4.Sel Hewan ✨
📝Pengertian Sel Hewan, Bagian-Bagian Sel Hewan Dan Fungsinya Lengkap
– Sel hewan adalah sel eukariotik yang ada pada semua hewan. Pada umumnya, sel hewan merupakan sebuah bagian organel paling kecil yang memiliki selaput tipis. Sel hewan memiliki kelebihan dalam membuar duplikat secara mandiri dengan cara melakukan pembelahan sel.
Dalam sel hewan terdapat suatu larutan koloid yang mengandung senyawa kimia. Senyawa tersebut berfungsi untuk memproses pembelahan maupun fotosintesis.
Bagian-Bagian Sel Hewan Dan Fungsinya
Membran Sel
Membran sel adalah suatu pembungkus sel bagian luar yang tersusun atas protein (lipoprotein) dan lemak (lipid). Fungsi membran sel pada sel hewan yaitu:
- Untuk mengatur mineral dan nutrisi yang keluar masuk sel
- Sebagai pelindung atau pembungkus sel
- Sebagai penerima rangsangan dari luar
- Tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia
Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel berupa cairan sel yang memiliki bentuk hampir sama seperti gel. Sitoplasma memiliki 2 (dua) bentuk yaitu fase gel (cair) dan fase sol (padat). Cairan yang terdapat dalam nukleus disebut Nukleoplasma. Bagian sel hewan tersusun dari protein dan 90% air sehingga sitoplasma berfungsi sebagai pelarut. Apabila konsentrasi rendah maka akan menjadi padat dan lembek yang disebut gel. Begitu sebaliknya, saat konsentrasi air tinggi maka akan encer yang disebut sol. Fungsi sitoplasma yaitu:
- Sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel
- Sebagai sumber bahan kimia sel
Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bagian sel terbesar kedua setelah mitokondria. RE membentuk rangkaian interkoneksi rata terowongan yang bentuknya seperti benang-benang jala. Ada 2 jenis retikulum endoplasma yaitu RE kasar (REk) dan RE halus (REh). RE kasar berfungsi untuk memegang protein yang terbentuk di ribosom. Untuk itu, RE kasar akan ditempeli oleh ribosom dan RE halus tidak ditempeli ribosom. Fungsi Retikulum Endoplasma (RE), diantaranya yaitu:
- Sebagai tempat untuk menyimpan fospolipid, steroid dan glikolipid
- Sebagai tempat pengangkut sintesis, steroit dan lemak
- Membantu detoksifikasi berbagai sel yang berbahaya di dalam sel (REh)
- Sebagai sintesis protein (REk)
Mitokondria
Mitokondria disebut sebagai mesin sel, bentuk mitokondria hampir mirip cerutu dan memiliki dua lapisan membran yang berlekuk bernama kristas. Glukosa dan oksigen bekerja sama dalam pembentukan energi untuk metabolisme dan aktivitas seluler dalam bagian sehingga mitokondria disebut dengan The Power House of Cell karena dapat menghasilkan energi. Dalam bentuk tunggal, mitokondria disebut dengan mitokondrion. Mitokondrion bisa merubah energi kimia menjadi energi lain. Fungsi mitokondria, yaitu:
- Sebagai tempat respirasi seluler
- Sebagai penghasil energi dalam bentuk ATP
Mikrofilamen
Mikrofilamen terbentuk dari protein, aktin dan miosin. Bentuk mikrofilamen mirip dengan mikrotubulus namun ukurannya lebih kecil dan lebih lembut. Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, eksositosis dan juga endositosis.
Peroksisom (Badan Mikro)
Peroksisom atau Badan Mikro adalah kantong kecil yang berisi enzim katalase. Peroksisom berfungsi untuk menguraikan sisa metabolisme berupa peroksida (H2O2) yang bersifat tooksik menjadi air dan oksigen yang berbahaya bagi sel. Peroksisom ini banyak terdapat di ginjal dan sel hati . Fungsi peroksisom yaitu:
- Mengubah lemak menjadi karbohidrat
- Menguraikan peroksida (H2O2) menjadi air dan oksigen.
Mikrotubulus
Mikrotubulus terdapat dalam sitoplasma yang ada di sel eukariot. Bentuk mikrotubulus panjang berongga seperti silindris dengan diameter 12 nm dan siameter luar 25 nm. Mikrotubulus ini terdiri atas tubulin yaitu molekul berbentuk bulay protein globurat. Pada saat tertentu, tubulin akan spontan membentuk silindris panjang berongga. Mikrotubulus ini bersifat kaku. Fungsi mikrotubulus, yaitu:
- Melindungi sel
- Memberi bentuk sel
- Berperan dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol
Badan Golgi
Badan golgi/kompleks golgi/apartus golgi terdapat pada fungsi ekskresi seperti ginjal dan juga dapat ditemui di semua sel eukariotik. Bentuk badan golgi seperti kantong pipih dengan berbagai ukuran mulai dari kecil hingga besar dan terikat dengan membran. Setiapo sel hewan memiliki 10-20 badan golgi. Fungsi badan golgi yaitu:
- Membentuk vesikula (kantung) untuk eksresi
- Membentuk lisosom
- Membentuk membran plasma
- Memproses protein
Nukleus
Nukleus atau inti sel adalah bagian sel yang mengendalikan dan mengatur aktivitas sel, mulai proses metabolisme hingga proses pembelahan sel. Nukleus terdapat pada sel eukariotik dan mengandung DNA (Asam Deoksiribonukleat) dan kromosom. DNA terdiri atas nukleotida yang membantu dalam pembentukan protein pada proses translasi dan transkripsi. Fungsi Nukleus, yaitu:
- Tempat terjadinya replikasi
- Untuk menjaga integritas gen
- Mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen
- Menyimpan informasi genetik
- Mengendalikan proses metabolisme dalam sel
Sentriol
Sentriol berbentuk tabung, yang terdiri dari mikrotubulus semirigid dan ditemukan pada sel eukariota. Bagian sel ini berperan dalam pembelahan sel dan pembentukan silia dan flagela. Selain itu, sentriol ikut berperan dalam mengatur geometri sel dan orientasi. Sepasang sentriol yang membentuk struktur gabungan disebut sentrosom. Sel tumbuhan tidak memiliki sentriol meskipun sel hewan membelah tanpa sentriol. Jika sel hewan tanpa sentriol maka silia atau flagela tidak akan berkembang secara fungsional. Fungsi sentriol, yaitu:
- Membantu proses pembentukan silia dan flagela
- Membantu proses pembelahan sel dalam membentuk benang spindel
Lisosom
Lisosom berbentuk kantung terikat pada membran yang berisi enzim hidrolitik yang dibutuhkan untuk memecah bagian yang tidak diperlukan sel untuk digunakan kembali atau untuk mengontrol pencernaan instraseluler dalam keadaan apapun. Lisosom terdapat pada sel eukariotik. Fungsi lisosom, yaitu:
- Mengontrol pencernaan intraseluler
- Mencerna materi dengan fagositosis
- Penghancur organel sel yang tidak dibutuhkan/telah rusak (autofagi)
- Memasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel menggunakan mekanisme endositosis
Sitoskeleton
Sitoskeleton terletak diantara nukleus dan membran. Sitoskeleton ini berperan dalam pergerakan sel dan organel sel serta memberi dan menjaga bentuk sel.
Membran Inti
Membran inti merupakan elemen struktural utama nukleus yang membungkus semua organel sel hewan. Fungsi membran inti yaitu sebagai pemisah antara sitoplasma dengan daerah inti sel.
SUMBER : ( Youtube )
https://www.pelajaran.co.id/pengertian-sel-hewan-bagian-bagian-sel-hewan-dan-fungsinya-lengkap/
3.Sel Tumbuhan ✨
Pengertian Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan adalah unit struktural dan fungsional terkecil dalam organisme tumbuhan. Sel ini memiliki struktur yang unik dan kompleks yang memungkinkan tumbuhan melakukan berbagai fungsi biologis penting, seperti fotosintesis, pertumbuhan, dan reproduksi. Salah satu perbedaan utama antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah adanya dinding sel yang terbuat dari selulosa, memberikan bentuk dan perlindungan ekstra bagi sel tumbuhan.
Struktur dan Fungsi Sel Tumbuhan
Berikut adalah beberapa komponen utama dari sel tumbuhan beserta fungsinya:
Dinding Sel
Dinding sel adalah struktur kaku yang terletak di luar membran sel, terbuat dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Fungsinya adalah:
- Memberikan kekuatan dan dukungan struktural.
- Melindungi sel dari kerusakan mekanis.
- Mengatur pertukaran zat antara sel dan lingkungannya.
- Mencegah penyerapan air yang berlebihan.
Membran Sel
Membran sel, juga dikenal sebagai membran plasma, adalah lapisan lipid ganda yang membungkus sitoplasma dan inti sel. Fungsinya meliputi:
- Mengatur aliran zat masuk dan keluar dari sel.
- Menjaga stabilitas lingkungan internal sel.
- Memungkinkan komunikasi antar sel melalui plasmodesmata.
Sitoplasma
Sitoplasma adalah substansi kental yang mengisi ruang antara membran sel dan inti sel. Di dalamnya terdapat berbagai organel seperti mitokondria, kloroplas, dan ribosom. Fungsi sitoplasma antara lain:
- Tempat berlangsungnya reaksi kimia.
- Menyimpan berbagai zat kimia untuk metabolisme sel.
- Memfasilitasi pergerakan bahan di dalam sel.
Inti Sel (Nukleus)
Inti sel adalah pusat pengendali sel yang mengandung DNA. Fungsinya meliputi:
- Mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel.
- Mengontrol aktivitas sel melalui ekspresi gen.
- Melindungi materi genetik dari kerusakan.
Mitokondria
Mitokondria adalah organel yang bertanggung jawab atas produksi energi melalui proses respirasi seluler. Fungsinya adalah:
- Menghasilkan ATP sebagai sumber energi sel.
- Mengatur metabolisme selular.
Ribosom
Ribosom adalah partikel kecil yang tersebar di sitoplasma atau menempel pada retikulum endoplasma. Fungsinya adalah:
- Sintesis protein dengan menggunakan instruksi dari RNA.
Retikulum Endoplasma (RE)
RE adalah jaringan membran yang terlibat dalam produksi dan transportasi molekul. Terdiri dari dua jenis:
- RE Kasar: Ditutupi ribosom dan terlibat dalam sintesis protein.
- RE Halus: Terlibat dalam sintesis lipid dan detoksifikasi zat kimia.
Plastida
Plastida adalah organel yang terlibat dalam fotosintesis dan penyimpanan nutrisi. Jenis plastida meliputi:
- Kloroplas: Mengandung klorofil untuk fotosintesis.
- Leukoplas: Penyimpanan pati.
- Kromoplas: Memberikan warna pada bunga dan buah.
Kloroplas
Kloroplas adalah organel khusus yang mengandung klorofil, pigmen hijau yang menyerap energi matahari untuk fotosintesis. Fungsinya adalah:
- Mengubah energi matahari menjadi glukosa dan oksigen.
Vakuola
Vakuola adalah kompartemen berisi cairan yang dominan dalam sel tumbuhan dewasa. Fungsinya meliputi:
- Menyimpan air, garam, pigmen, dan zat lainnya.
- Mengatur tekanan osmotik dan memberikan dukungan struktural.
Badan Golgi
Badan Golgi, juga dikenal sebagai diktiosom, adalah organel yang memproses dan mengemas protein untuk diekspor dari sel. Fungsinya meliputi:
- Modifikasi protein dan lipid.
- Pembentukan lisosom.
2.Struktur Sel ✨
📝Struktur Sel
Dinding Sel
Dinding sel adalah lapisan kuat dan kaku yang menyelubungi sel pada tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri.
Dinding sel terbuat dari bahan selulosa pada tumbuhan dan kitin pada beberapa jenis fungi. Dinding sel berfungsi memberikan dukungan struktural dan perlindungan bagi sel.
Selain itu, dinding sel juga membantu mencegah kerusakan sel akibat tekanan osmotik, yaitu tekanan yang terjadi ketika sel berada dalam lingkungan dengan konsentrasi air yang berbeda dari konsentrasi dalam sel.
Dinding sel juga berperan dalam mengatur pertumbuhan sel dan mempengaruhi bentuk dan ukuran sel pada organisme.
Membran Sel
Membran sel adalah lapisan tipis yang melingkupi sel dan memisahkan isi sel (sitoplasma) dari lingkungan luar.
Penyusun membran sel terdiri dari lapisan lipid dengan protein yang menyatu di dalamnya.
Fungsi utama membran sel adalah menjaga keseimbangan antara lingkungan dalam dan luar sel serta mengatur lalu lintas zat-zat yang masuk dan keluar dari sel.
Membran sel bersifat selektif permeabel, artinya hanya memungkinkan beberapa molekul atau ion tertentu untuk melewati membran, sementara yang lainnya ditolak.
Hal ini memungkinkan sel untuk menjaga kondisi internal yang sesuai untuk kelangsungan hidupnya dan mencegah masuknya zat-zat yang berbahaya atau tidak diperlukan.
Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma adalah jaringan saluran membran yang terdapat di dalam sitoplasma sel.
Terdapat dua jenis retikulum endoplasma: retikulum endoplasma kasar (RER) yang memiliki ribosom menempel pada permukaannya, dan Retikulum Endoplasma halus (SER) yang tidak memiliki ribosom.
RER berperan dalam sintesis dan pengolahan protein, sementara SER berperan dalam sintesis lipid dan detoksifikasi.
Retikulum endoplasma juga berfungsi sebagai jalur transportasi dalam sel, mengirimkan protein dan lipid ke tempat yang tepat dalam sel atau ke permukaan sel.
Ribosom
Ribosom adalah organel sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Ribosom terdiri dari dua subunit yang terbuat dari ribonukleoprotein (RNA dan protein). Ribosom terletak di permukaan retikulum endoplasma atau berada bebas di sitoplasma.
Badan Golgi
Badan Golgi adalah organel yang berperan dalam memproses, mengubah, dan menyortir molekul-molekul yang dihasilkan oleh sel, seperti protein dan lipid. Struktur badan Golgi terdiri dari tumpukan membran pipih dan berlapis-lapis.
Setelah protein disintesis di ribosom, mereka dikirim ke badan Golgi untuk mengalami modifikasi dan pemrosesan lebih lanjut.
Selanjutnya, badan Golgi menyortir molekul-molekul ini dan membentuk vesikel yang mengangkutnya ke tempat tujuan dalam sel atau melepaskannya dari sel.
Mitokondria
Mitokondria adalah organel yang berperan sebagai "pabrik energi" sel. Mitokondria berfungsi untuk proses respirasi seluler, yaitu penguraian molekul makanan (seperti glukosa) untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat), terjadi di mitokondria.
Struktur mitokondria memiliki membran dalam dan membran luar, serta mengandung DNA mitokondria yang terpisah dari DNA inti sel.
Lisosom
Lisosom mengandung enzim hidrolitik (enzim yang berperan dalam pemecahan molekul-molekul besar) dan berfungsi sebagai sistem pemrosesan limbah sel.
Lisosom dapat memecah zat-zat organik dan tidak organik, serta menguraikan bahan-bahan yang sudah tidak diperlukan dalam sel, seperti organel yang rusak atau usang.
Proses ini disebut autofagi, yang membantu menjaga kebersihan sel dan mendaur ulang komponen sel yang sudah tidak berfungsi.
Selain itu, lisosom juga berperan dalam pencernaan intraseluler, yaitu menghancurkan mikroorganisme yang masuk ke dalam sel melalui fagositosis.
Vakuola
Vakuola adalah organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan beberapa sel hewan. Pada sel tumbuhan, vakuola biasanya besar dan berisi air serta berbagai senyawa dan ion.
Fungsi utama vakuola adalah menyimpan air dan nutrisi, serta berperan dalam pengaturan tekanan osmotik dalam sel tumbuhan. Vakuola juga berperan dalam menyimpan pigmen dan zat-zat yang dapat memberikan warna pada bunga dan buah tumbuhan.
Pada beberapa sel hewan, vakuola berperan dalam pemrosesan dan penyimpanan molekul-molekul tertentu.
Plastida
Plastida adalah organel khusus yang ditemukan pada sel tumbuhan dan beberapa protista. Plastida memiliki beberapa jenis, yang paling dikenal adalah kloroplas, tempat fotosintesis terjadi.
Kloroplas mengandung klorofil, pigmen hijau yang bertanggung jawab untuk menangkap energi dari sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia dalam bentuk gula.
Selain kloroplas, ada juga plastida lain seperti kromoplas yang mengandung pigmen warna lain selain klorofil, dan leukoplas yang berfungsi menyimpan pati dan minyak.
Sentrosom
Sentrosom adalah struktur yang terdiri dari sepasang sentriol yang terletak di dekat inti sel pada sel hewan. Sentrosom fungsinya mengatur mikrotubulus selama proses pembelahan sel (mitosis).
Mikrotubulus membentuk spindle atau benang-benang pemisah yang membantu membagi kromosom secara merata ke dalam dua sel anak selama mitosis.
Sentrosom juga berperan dalam pembentukan silia dan flagela, yaitu struktur berbentuk rambut yang berfungsi untuk pergerakan sel atau pergerakan partikel di sekitar sel
SUMBER : https://pijarbelajar.id/blog/sel


